Select Page

Menyayangi mobil sama dengan menjaga investasi

harikehari.id – Jika anda sudah siap memiliki kendaraan, sudah seharusnya anda pun telah memperhitungkan atau mempersiapkan dana untuk apa saja selama kendaraan tersebut beroperasi. Hal-hal sederhana sebagai contoh di bawah ini :

  • Pajak tahunan dan 5 tahunan kendaraan
  • Service dan tune up rutin sesuai standar
  • Penggantian spare part yang sudah aus atau sudah tidak berfungsi
  • Perawatan body dan interior
  • Jika ada, tambahan dan perbaikan aksesoris
  • Jika diperlukan, perpanjangan polis asuransi

 

Namun masih banyak sekali dari beberapa orang yang ingin memiliki kendaraan sendiri hanya terpaut pada berapa besar uang muka dan berapa besar cicilian yang harus dibayar setiap bulan. Padahal selain dua komponen tadi (uang muka dan cicilan) hal lain perlu dianggarkan dengan baik. Maka dari itu sebaiknya jika anda saat ini sedang hunting untuk memiliki kendaraan, anggarkanlah semua keperluan selain persiapan uang muka dan cicilan per bulan.

 

Kembali ke topik pembahasan yaitu berhubungan dengan penggantian oli pada kendaraan. Penggantian oli kendaraan harus rutin dan biasanya mengacu pada dua parameter, apa saja itu?

  • Jarak tempuh kendaraan

Sejauh mobil berjalan selama itu pula mesin mobil bekerja. Acuan kilometer tempuh harus selalu diperhatikan karena ada batasan-batasan layak oli kendaraan dan harus diganti. Pastikan semua komponen berfungsi dengan baik pada speedometer mobil anda.

  • Durasi atau waktu penggantian oli

Tidak sedikit pemilik mobil yang menggunakan mobilnya secara rutin, bahkan sering kita dengar istilah “mobil weekend” atau “mobil tidur”. Jika mobil jarang dipakai sudah tentu jarak tempuh mobil pun akan menjadi sedikit, jadi acuan awal yaitu acuan jarak tempuh kendaraan tidak bisa diaplikasikan pada situasi ini.

Bingung maksudnya?

Sebagai contoh :

Si A memiliki mobil Ayla, namun mobil hanya digunakan setiap hari libur saja karena keseharian si A menggunakan sepeda motor dan jika mobil digunakan itu pun hanya jarak sangat dekat misalnya hanya ke warung/mall. Diasumsikan jarak tempuh mobil si A hanya 3,000-an kilometer setelah 6 bulan atau bahkan hampir 1 tahun tidak melebihi 5,000 kilometer.

 

Lalu kenapa rasanya ganti oli terus ya?

Mobilku jarang dipakai, asyik hemat ganti oli hanya 2 tahun sekali, benarkah?

Bagaimana standarnya ganti oli mobil?

 

Pertanyaan-pertanyaan di atas sering sekali kita dengar, terlebih bagi pemilik mobil baru atau awam yang berhubungan dengan mesin kendaraan. Dari dua acuan yang telah dijelaskan di atas seharusnya sudah cukup jelas periode per periode penggantian oli mobil anda. Cukup mudah, seperti di bawah ini.

 

YANG PERTAMA

Mobil-mobil keluaran terbaru misalnya mobil produksi tahun 2010 dan setelahnya, standar produsen penggantian oli yang penulis tahu adalah setiap kelipatan 10,000 kilometer. Oli yang digunakan pun sudah standar spesifikasinya dengan viskositas standar mesin itu sendiri, mengingat mobil jaman dahulu oli-oli yang digunakan dengan viskositas tinggi atau dengan kekentalan yang tebal. Namun semakin canggih teknologi, oli yang digunakan pun semakin encer dengan angka viskositas rendah dan sudah tentu mempengaruhi harga yang semakin tinggi. Biasanya mobil dengan mobilitas menengah penggantian ini setiap 2-3 bulan sekali.

Agar lebih maksimal akan lebih baik lagi jika sebelum 10,000 kilometer sudah diganti, karena apa? Karena mobil juga sering melintasi lalu lintas macet, mesin tetap bekerja namun roda tidak berputar, sebaiknya diganti di antara 7,000 – 8,000 kilometer. Hal ini sudah tentu bergantung dengan kebutuhan dan pemakaian mobil anda sehari-hari.

 

YANG KEDUA

Bagaimana jika mobil jarang dipakai?

Bagaimana jika odometer hanya 3,000 kilometer walau sudah satu tahun?

Iya betul sekali, dengan kondisi seperti ini anda harus mengikuti acuan yang kedua yaitu acuan durasi atau waktu penggantian oli. Kondisi ideal jika jarak tempuh belum tercapai sebaiknya setiap 6 bulan sekali oli dikuras dan diganti dengan yang baru.Walaupun oli yang ada di dalam mesin tidak digunakan untuk melumasi saat mesin mobil dinyalakan namun oli tersebut memiliki waktu pemakaian. Hal ini pun menjadi penting, karena anda sendiri mungkin tidak tahu kondisi oli masih cukup atau sudah kering/berkurang, dengan rutin pemeriksaan maksimal 6 bulan sekali diharapkan hal-hal buruk lainnya dapat diantisipasi.

 

Jadi seharusnya sudah tidak ada lagi kejanggalan atau bingung kapan sebaiknya ganti oli yang ideal.

Hal ini pun sudah lengkap informasinya jika anda membaca buku manual dari kendaraan tersebut. Namun banyak dari kita yang membeli kendaraan bekas atau kendaraan dengan usia lebih dari 5 tahun yang buku manualnya sudah tidak ada atau hilang. Penulis tetap menyarankan untuk menanyakan hal yang lebih detail terkait hal ini kepada bengkel terdekat atau langganan anda.

 

Pemeriksaan rutin oli mobil sebaiknya dilakukan minimal satu minggu sekali dengan cara :

  1. Buka kap mesin mobil anda
  2. Cari stick penunjukan isi oli
  3. Cabut dan lihat garis dan tetesan terakhir oli
  4. Tidak lupa memasukan kembali stick penunjuk oli dengan sempurna dan pastikan rapat
  5. Sebaiknya dilakukan pagi hari saat mobil belum dinyalakan
  6. Lakukan pemeriksaan saat mobil diam dan dalam posisi rata/seimbang

 

Bagikan informasi ini untuk teman dan kerabat agar dapat bermanfaat kepada lebih banyak orang, lalu silakan ceritakan pengalaman anda berkaitan dengan pemeriksaan oli mobil di kolom komentar.

 

SEISMIL harikehari.id

 

BACA JUGA :

RADIATOR MOBIL BOCOR, COBA PERIKSA INDIKASINYA
OPINI – ALARM BIKIN AKI MOBIL TEKOR