Select Page

harikehari.id – Beberapa orang mengatakan bahwa mencari pekerjaan suatu hal yang sangat sulit dan sebagian lagi mengatakan tidak. Bagaimana ini bisa terjadi? Karena setiap orang memiliki standar dan minat yang berbeda-beda, sering terjadi dan tidak sedikit pekerja/karyawan yang bekerja tidak dalam minat dan hasratnya.

 

Bekerja adalah suatu hal yang dilakukan untuk mendapatkan penghasilan demi memenuhi kebutuhan hidup, namun ada pula yang bekerja hanya untuk mengisi waktu luang atau sekedar bersosialisasi dengan lingkungan di luar rumah. Sudah pasti golongan tersebut adalah golongan yang sudah tidak perlu lagi pusing untuk memikirkan penghasilan.

 

Di dalam golongan pekerja atau karyawan seringkali merasa bosan dan sedang mencari tantangan baru atau ingin meningkatkan jumlah penghasilannya setiap bulan, biasanya mereka mencoba mencari tempat peruntungan yang baru atau tempat kerja baru. Apakah anda adalah salah satunya? Atau anda adalah seorang fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan pertama setelah lulus kuliah? Jika iya, anda perlu mempersiapkan bagaimana tantangan yang harus anda lalui agar kita mendapatkan tempat pekerjaan yang baru.

 

Kali ini kami akan membahas bagaimana persiapan untuk menghadapi wawancara atau lebih sering disebut interview di suatu perusahaan.

 

APA SAJA TAHAPANNYA :

 

YANG PERTAMA, TAHAPAN PERSIAPAN

Sebelumnya anda perlu mengetahui tahapan apa saja yang diberlakukan di suatu perusahaan tersebut, khususnya tahapan wawancara/interview. Tahapan tes tertulis, tes kompetensi, tes teknis atau tes lainnya tidak kami bahas di artikel ini, hanya pembahasan tes interview.

Ada bermacam-macam model tahapan interview dan sebaiknya anda siasati sesuai tahapannya, sebagai contoh sebagai berikut :

  1. Perusahaan hanya mengadakan interview satu kali, baik itu hanya dengan USER (calon atasan langsung) atau hanya dengan tim HRD (Human Resources Department)
  2. Perusahaan mengadakan interview dua kali, pertama dengan USER dan selanjutnya dengan tim HRD atau sebaliknya
  3. Perusahaan mengadakan interview tiga kali, pertama dengan USER selanjutnya dengan atasan USER lalu dilanjutkan dengan HRD
  4. Atau model lainnya yang belum pernah penulis alami

Dari empat poin di atas, penulis lebih sering menjalani dengan dua atau tiga interview (poin 2 dan 3) walau hari pelaksanaannya yang berbeda.

 

Jika tahapan YANG PERTAMA di atas belum anda ketahui, alangkah baiknya anda coba tanyakan ke HRD atau tim rekrutmen saat awal akan memulai tahap perekrutan/tes.

 

PERLU DIKETAHUI MAKSUD MASING-MASING PEWAWANCARA

 

Setiap pewawancara (interviewer) memiliki tujuan yang berbeda-beda saat mencoba mencari informasi dan potensi diri yang anda miliki, sebagai contoh :

    1. User fokus untuk mempelajari, apakah diri anda pantas dan mampu untuk menjalankan pekerjaan di posisi yang tersedia. User juga sering memperhatikan tingkah laku dan kesopanan serta menebak konsistensi dan kedisiplinan yang anda miliki
    2. Biasanya namun tidak selalu anda telah mengikuti tahapan psikotes atau sederhananya biasanya anda telah menuliskan data diri berikut keterangan-keterangan kepribadian diri anda dalam tahap perekrutan karyawan. Nah bagian ini HRD biasanya yang ambil alih, artinya HRD lebih mendalami diri anda dalam hal kepribadian. HRD akan menjadi interviewer untuk mencocokan hasil psikotes atau keterangan-keterangan yang sudah anda informasikan sebelumnya. Di samping itu, tugas HRD pula untuk mengatur dan menyesuaikan gaji dengan posisi dan kebutuhan di perusahaan tersebut. HRD sangat jeli terhadap tahapan ini sebaiknya tampil apa adanya dan hindari memberikan informasi-informasi palsu dan tidak sesuai.
    3. Lalu apa tujuan atasan user melakukan interview, bukankah sudah cukup? Di dalam organisasi perusahaan terkadang memiliki situasi yang mengharuskan atasan user ikut meng-interview calon karyawan, salah satu tujuan adalah agar pada saat situasi user anda sedang overload atau sedang tidak ada di tempat maka atasan user yakin bahwa anda masih bisa diandalkan baik itu dalam koordinasi maupun pekerjaan. Bahkan alasan lain atasan user anda sedang memprediksi apakah dalam beberapa waktu ke depan perusahaan sudah punya kader untuk menempati posisi yang saat ini user anda duduki.

 

KENALI SECARA UMUM PERUSAHAAN YANG ANDA LAMAR

 

Dari pembahasan tahapan-tahapan di atas, diharapkan anda sudah memahami dan memprediksi pertanyaan dan jawaban untuk mengurangi rasa gugup dan tidak percaya diri. Hal penting lainnya adalah anda perlu mengetahui secara umum profil tempat perusahaan yang anda tuju, misalnya :

      • Nama perusahaan
      • Bergerak dalam bisnis apa
      • Apa produk perusahaan

Tidak perlu berlebihan untuk diketahui, apalagi disampaikan kepada interviewer tanpa ditanya karena secara tidak langsung akan menjadikan diri anda terlihat “sok tahu”

 

TAHAPAN INTERVIEW, YANG MENJADI UTAMA

Saatnya anda memulai interview, ikutilah perintah interviewer dan duduklah dengan posisi nyaman menurut anda. Berjabat tangan sebelumnya juga perlu untuk menandakan anda sangat menghargai undangan perusahaan. Sebaiknya posisikan duduk anda dengan posisi tegak, berbicaralah dengan perlahan dan teratur, tidak perlu tergesa-gesa dan tidak pula menggebu-gebu tapi jaga ritme berbicara agar teratur. Hindari pula memotong pembicaraan interviewer, sebaiknya tunggu giliran anda saat interviewer selesai berbicara.

 

LONTARKAN PERTANYAAN & BERPAKAIAN YANG PANTAS

Jika interviewer memberikan kesempatan bertanya, sebaiknya anda gunakan kesempatan ini sebaik mungkin, tanyalah hal-hal yang berhubungan dengan interviewer (user atau HRD) walau hanya satu pertanyaan.

Kenakan pakaian yang pantas dan sopan, hal ini penting, mengapa? Karena seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa anda perlu menghargai perusahaan dan interviewer yang telah mengundang dan meluangkan waktunya untuk melakukan interview dengan anda.

Saat selesai interview, sebagai penutup setelah pertanyaan anda terjawab sebaiknya tanyakan proses apa lagi yang perlu anda lalui. Diharapkan anda terhindar dari kebingungan dan menunggu waktu yang lama dari proses yang tidak diinformasikan sebelumnya.

 

BERSIKAP SOPAN DAN PROFESIONAL

Tetaplah bersikap sopan dan ramah di lingkungan perusahaan, baik itu dengan staf resepsionis, office boy, security atau staf lainnya di lingkungan tersebut. Datanglah tepat waktu, lebih baik datang lebih awal menunggu satu jam daripada harus tergesa-gesa dan berakibat tidak fokus saat interview berlangsung.

 

DOA DAN PERSIAPAN KESEHATAN

Berusaha tanpa berdoa sepertinya menjadikan usaha keras anda seolah-olah dilakukan belum maksimal 100%, lengkapi dengan berdoa kepada sang pencipta dan memohon diberikan kemudahan, kelancaran serta keberhasilan.

Jagalah kondisi perut anda sebelum dan saat hari H interview, santaplah makanan yang sehat (sarapan atau makan siang, mengikuti jadwal) supaya tidak mengganggu kelancaran saat interview

 

Dengan niat yang baik besar harapan usaha yang sudah anda lakukan pun akan berhasil. Selamat mencoba dan semoga berhasil, bagikan tulisan ini kepada rekan dan kerabat anda untuk keberhasilan bersama.

Silakan berbagi pengalaman anda di kolom komentar.

 

 

SEISMIL harikehari.id